Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh Lengkap

0
11
tahajud
mosque

Rekan-rekan tentu tahu kan ” Apakah itu Doa Qunut? “. Yakni, doa yang pada umumnya di baca pada saat i’tidal atau berdiri dari ruku’ akhir pada shalat subuh serta shalat witir. Kata Qunut sendiri datang dari kata ” Qanata ” yang berarti taat dalam mengabdi (pada Allah). Mengenai hukum membaca doa qunut yaitu sunnah muakkad (ab’ad) atau sunnah yang diperkuat. Tetapi beberapa imam serta ulama mazhab berlainan pendapat mengenai proses doa qunut.

Doa Qunut
Doa Qunut

Doa Qunut

Doa Qunut dalam bahasa arab

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

 

Doa Qunut Dalam tulisan latin

Alloh hummah dini fiman hadait.
Wa’a fini fiman ‘afait.
Watawallani fiman tawalait.

Wabarikli fimaa a’tait.
Waqinii syarramaa qadzait.
Fainnaka taqdhi wala yuqdha ‘alaik.
Faiinahu layadziluman walait.
Walaa ya’izzuman ‘adait.
Tabaa rakta rabbana wata’alait.
Falakalhamdu ‘ala maaqadzait.
Wa‘astaghfiruka wa’atubu ilaik.
Wasallallahu ‘ala Saidina Muhammad.
Wa’ala alihi wasahbihi Wasallam.

Artinya:

Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan
Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan
Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan
Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan
Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin
Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan
Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.  

Tata Cara Doa Qunut

Berkaitan tata cara dikerjakannya membaca Doa Qunut subuhitu yakni saat I’tidal (berdiri sesudah Ruku) paling akhir dalam shalat serta dilafadzkannya dapat setiap saat sholat Fardhu.

Doa qunut dapat kita lakukan saat ada saudara saudari kita yang muslim tengah ditimpa musibah. Qunut sendiri adalah bentuk persaudaraan kita untuk sesama umat Islam agar Allah selekasnya menghapus musibah itu.

Al-Quran
Alquran

Faedah serta Keutamaan Doa Qunut

Doa qunut tidak cuma sebatas doa yang di baca untuk memohon pada Allah SWT. Membaca doa qunut mempunyai sebagian keunggulan serta faedah yang bisa didapat oleh orang yang membaca doa qunut.

Pada doa qunut ada kata kata yang bunyinya“ Allahummahdinii fii man hadaiit” yang berarti kalau keinginan seseorang hamba pada Allah supaya diberi panduan.

Kata kata itu dapat dipandang jadi kata kata tawasul, yakni kata kata yang menjelaskan ada satu nikmat hidayah sama seperti seperti Allah SWT mengasihkan hidayahnya untuk hamba yang lain.

Melafadzkan doa qunut dengan terus-terusan saat shalat shubuh, insya Allah, Allah juga akan menganugerahkan panduan pada beberapa hambanya. Panduan yang diberi bisa berupa pengetahuan yang berguna maupun amal solih seorang.

Allah SWT selalu membuat perlindungan hambanya agar selamat serta aman dari semua bahaya yang meneror, seban Allah mempunyai karakter pengasih dan juga penyayang. Waktu beberapa hambanya memohon perlindungan, jadi Allah juga akan menganugerahkan atau membuat perlindungan hambanya.

Kalimat didalam doa qunut “ Wa’aafinii fii man ‘afaiit” yang memiliki arti kasihkanlah hamba keselamatan seperti hamba Mu yang beda yang telah diberi keselamatan.

Kata kata itu tunjukkan kalau Allah SWT mengasih perlindungan untuk hambanya dengan mengasih keselamatan untuk hambanya yang memohon.

Perlindungan yang diberi oleh Allah untuk hambanya bukan hanya perlindungan dalam keselamatan didunia saja, walau demikian juga keselamatan untuk di akhirat nantinya.

lewat qunut, Allah selalu membuat perlindungan umat manusia dari musibah yang tengah dilalui agar hambanya itu senantiasa ada di jalan yang lurus serta benar.

Kalimat “wa’aafini fii man hadaiit” tidak saja dipercaya berikan perlindungan berupa keselamatan. Kalimat itu juga dapat memberi keselamatan umpamanya menghindar hambanya dari tiap-tiap type penyakit, tak tahu itu penyakit hati serta penyakit yang ada pada tubuh umumnya.

Rajin melafdzkan doa qunut dapat menggiring umat manusia agar tercegah dari hal yang berlawanan tak tahu dari sisi udara nafsu maupun dari tahta serta harta.

Selain penyakit hati, melafadzkan qunut sekalian dapat buat raga makin sehat, hingga tidak mudah terserang penyakit fisik.

Doa qunut juga ada kalimat “wabaariklii fiimaa a’thoiit” yang maknanya berkahilah pada saya apa yang sudah Engkau kasih.

Kalimat itu tunjukkan serta menerangkan kalau Allah selalu menganugerahkan kebaikan berupa barokah untuk setiap hambanya. Sedikit atau banyak jumlah nikmat yang diberi Allah untuk tiap-tiap hambanya, tentu ada barokah di masing nikmat itu.

Hukum Doa Qunut

Pernah ada suatu pertanyaan kepada Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin tentang pendapat 4 Imam Madzhab terkait doa Qunut.

Syaikh rahimahullah menjawab :

Pendapat Imam 4 Madzhab terkait masalah qunut yaitu sebagai berikut.

Pertama: Ulama Malikiyyah

Para ulama Malikiyan memiliki pendapat bahwasanya tak ada doa qunut kecuali ketika hanya waktu sholat shubuh. Adapun ketika sholat witir atau sholat yang lain tidak ada qunut.

Kedua: Ulama Syafi’iyyah

Para ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa tidak terdapat qunut pada shalat witir kecuali disaat setengah akhir pada bulan Romadhan. Serta tak ada qunut pada sholat 5 waktu yang lainnya kecuali dalam sholat shubuh dalam berbagai kondisi (baik itu keadaan kaum muslimin lagi mengalami musibah maupun tidak)

Qunut juga berlaku pada selain shubuh jika kaum muslimin tertimpa musibah (yakni qunut nazilah).

Ketiga: Ulama Hanafiyyah

dikhususkan qunut ketika melaksanakan shalat witir. Tidak diberlakukan qunut di shalat yang lainnya selain ketika nawaazil yakni kaum muslimin terkena musibah, tetapi qunut nawaazil ini cuma dalam shalat shubuh saja dan yang melantunkan qunut yakni imam, kemudian para jama’ah mengaminkan dan jika melakukan sholat munfard atau sendirian maka tidak ada qunut.

Keempat: Ulama Hanabilah (Hambali)

Para ulama Hanabilah memiliki pendapat terkait doa qunut. Mereka hanya mensyariatkan qunut ketika sholat witir dan tidak ada pemberlakuan qunut di sholat yang lainnya selain apabila terdapat musibah besar disamping musibah penyakit.

Pada keadaan tersebut, imam atau yang bisa mewakili membaca doa qunut ketika sholat 5 waktu kecuali sholat jum’at.

Imam Ahmad sendiri memiliki pendapat bahwasanya tidak terdapat dalil atau hadist yang menerangkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan qunut witir sebelum atau seusai ruku’.

Demikianlah para pendapat masing masing imam madzhab. Silahkan mau ikuti pendapat yang mana.

berdasarkan kitab Sunan menerangkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan Al Hasan bin ‘Ali bacaan yang dibaca pada qunut witir yaitu “Allahummah diini fiiman hadayt …”. Beberapa ulama menshahihkan hadits tersebut.

Apakah perlu mengangkat tangan dan mengaminkan ketika imam membaca qunut shubuh?

Berdasarkan kitabnya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, beliau menerangkan:

“Oleh sebab itu, jika imam mengucapkan doa qunut shubuh, hendaknya makmum mengikuti imam ketika qunut tersebut. kemudian makmum juga seharusnya mengamininya seperti Imam Ahmad rahimahullah mempunyai pendapat terkait masalah tersebut. Hal demikian perlu dikerjakan supaya tetap menyatukan kaum muslimin.

Adapun apabila muncul kebencian serta permusuhan dalam perbedaan pendapat seperti itu, padahal ada waktu dan ruang berijtihad untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, hendaknya hal tersebut sebaiknya tidaklah terjadi. Bahkan menjadi keharusan buat kaum muslimin –terlebih lagi bagi mereka para penuntut ilmu syar’i agar senantiasa berlapang dada terkait masalah yang masih diperkenankan terdapat perselisihan dan perbedaan pendapat masing masing pihak.

lewat keterangan yang lain, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin berujar, “Yang lebih pantas makmum sebaiknya mengaminkan doa qunut para imam. Makmum mengangkat tangan ikut imam sebab nantikan dikhawatirkan bisa menimbulkan perpecahan antara satu dengan yang lain.

Imam Ahmad mempunyai pendapat yang mana seandainya seorang makmum berada di belakang imam yang mengucapkan doa qunut shubuh, maka sebaiknya dia ikuti imam dan ikut mengaminkan doa tersebut.

Padahal yang kita ketahui Imam Ahmad memiliki pendapat tidak disyari’atkannya qunut shubuh seperti yang telah dipahami dari pendapat beliau.

Meskipun begitu, Imam Ahmad rahimahullah mengasih keringanan terkait hal tersebut yakni mengangkat tangan dan mengamini disaat imam melaksanakan qunut shubuh.

sumber : https://hidupsimpel.com/doa-qunut/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here